Tampilkan postingan dengan label HSE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HSE. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Desember 2017

JSA


*JOB SAFETY ANALISIS*

Konsep JSA

Menurut OSHA 3071 revisi tahun 2002, JSA adalah Sebuah analisis bahaya pekerjaan adalah teknik yang berfokus padatugas pekerjaan sebagai cara untuk mengidentifikasi bahaya sebelum terjadi sebuah incident atau kecelakaan kerja. Berfokus pada hubungan antara pekerja, tugas, alat , dan lingkungan kerja. Idealnya, setelah dilakukan identifikasi bahaya yang tidak terkendali, tentunya akan diambil tindakan atau langkah-langkah untuk menghilangkan atau mengurangi mereka ke tingkat risiko yang dapat diterima pekerja.

Menurut James E Roughton

Jumat, 24 Februari 2017

*Bagaimana mengukur Komitmen K3*

Sesuatu yang tidak bisa diukur maka sesuatu itu tidak dapat dikembangkan. Ini quote yang diberikan oleh Dan Petersen dalam bukunya Human Error Reduction and Safety Management.
Quote ini berlaku disemua aspek K3 termasuk komitmen K3.
Banyak praktisi K3, juga bahkan ada beberapa akademisi K3, yang menganggap bahwa komitmen K3 itu adalah suatu elemen K3 yang statis atau sering diartikan komitmen itu adalah sesuatu yang "tertulis" saja. Pemikiran seperti ini memang tidak dapat disalahkan karena beberapa pihak tersebut masih "terjebak" dalam pemikiran bahwa komitmen itu kebijakan yang ditulis atau isi kebijakan merupakan komitmen organisasi.
Komitmen K3 memang membutuhkan aksi untuk dapat diukur dan diperbaiki. Namun terkadang banyak praktisi K3 masih kesulitan bagaimana mengukur komitmen tersebut. Bahkan banyak pula praktisi yang meyakini bahwa komitmen K3 itu abstrak untuk diukur. Keyakinan banyak berasal dari kondisi top management yang belum buy-in terhadap esensi K3 itu sendiri.
Komitmen K3 merupakan

Kamis, 05 Januari 2017

PSM (Proses Safety Management)

Secara umum Process Safety Management (PSM)/ Manajemen Keselamatan Proses (MKP) mengacu kepada prinsip dan sistem manajemen kepada identifikasi, pengertian dan pengontrolan pada bahaya akibat kegiatan proses produksi sebagai upaya perlindungan pada area kerja.
PSM/MKP berfokus kepada:
– Pencegahan
– Persiapan
– Mitigasi
– Respons
– Pemulihan 

Senin, 02 Januari 2017

BAHAYA MEMBERSIHKAN PAKAIAN KERJA MENGGUNAKAN KOMPRESOR


Hasil gambar untuk bahaya


Banyak pekerja yang tidak menyadari bahaya membersihkan pakaian yang kotor dengan kompressor udara,yang sebenarnya sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan cidera serius.

Tahukah anda Bahayanya?
– Tekanan tinggi dari kompressor udara dapat masuk kejaringan tubuh melalui kulit dapat menyebabkan udara emboli (gelembung udara dalam aliran darah) yang dapat berakibat fatal bila mencapai jantung, paru atau otak.
– Tekanan yang tinggi dapat berakibat

Selasa, 29 Maret 2016

Kebisingan

1



Menurut Permenakertrans Nomer 13 Tahun 2011 Kebisingan merupakan semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi dan alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Terdapat beberapa macam jenis kebisingan yaitu:
1. Kebisingan Kontinyu (Steady State Noise)
Kebisingan dimana fluktuasi intensitas suara

Minggu, 12 April 2015

PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) DAN LIMBAH B3



   Bahan berbahaya dan beracun (B3) umumnya digunakan pada sektor industri, pertanian, pertambangan dan rumah tangga. Penggunaan B3 pada berbagai sektor tersebut juga akan menghasilkan limbah B3 yang ada di sekitar lingkungan hidup kita dan memerlukan pengelolaan lebih lanjut. Kandungan limbah B3 terdapat pada berbagai produk makanan, minuman, konstruksi, elektronik, alat-alat rumah tangga, kosmetik, kendaraan bermotor, dan sebagainya, bahkan bebas melayang-layang di udara.
      Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) mempunyai dampak yang relatif besar dan penting terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Apabila limbah B3 tidak dikelola dengan baik, resiko kecelakaan kerja dan pencemaran akan semakin besar.

Jumat, 27 Maret 2015

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan di Tempat Kerja

 
Tempat kerja merupakan tempat dimana terdapat proses produksi, tenaga kerja dan sumber bahaya baik di udara, laut maupun darat. Setiap pekerjaan pasti memeiiki risiko yang berbeda-beda dan dapat membahayakan tenaga kerja, sehingga perlu adanya pengendalian terhadap sumber bahaya, termasuk memberikan pelatihan terhadap tenaga kerja agar dapat memberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kerja dan tidak memperparah kondisi korban.
P3K
P3K
Beberapa tips pertolongan pertama pada kecelakaan di tempat kerja:
1. Perdarahan
  • Tekan bagian yang luka

Senin, 09 Maret 2015

SUMBER BAHAYA DI TEMPAT KERJA


Kita semua mengetahui apa itu bahaya dan jenis-jenis bahaya di tempat kerja tetapi kecelakaan dan penyakit akibat kerja masih saja terjadi di lingkungan kerja kita. Mengapa hal ini terjadi karena adanya sumber-sumber bahaya di lingkungan kerja kita seperti;
  1. Tempat kerja seperti bangunan, peralatan dan instalasi
  2. Bahan
  3. Proses
  4. Cara Kerja
  5. dan Lingkungan Kerja.
Mari kita bahas sumber-sumber bahaya di tempat kerja seperti yang telah saya sebutkan di atas :

Selasa, 03 Maret 2015

LIMBAH ORGANIK, ANORGANIK, DAN B3


A.   PENGERTIAN LIMBAH

Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan, dan sebagainya.
Karakteristik limbah adalah sebagai berikut:

Jumat, 27 Februari 2015

10 Tips Membentuk Rencana Keselamatan Kerja

Keselamatan kerja merupakan faktor yang sangat penting, bahkan harus menjadi prioritas dalam menjalankan pekerjaan. Ini berlaku terutama pada karyawan yang punya pekerjaan berisiko tinggi, seperti di sektor pertambangan, konstruksi, manufaktur, dan sejenisnya.

Oleh karena itu, perusahaan perlu untuk memiliki rencana yang mumpuni mengenai keselamatan kerja. Berikut ini adalah 10 langkah dalam menciptakan program keselamatan kerja, seperti dikutip dari zmags.

BAGAIMANA MELAKUKAN INSPEKSI K3 DI TEMPAT KERJA?



A. Pengertian dan Tujuan Inspeksi
Inspeksi merupakan salah satu alat kontrol manajemen yang bersifat klasik, tetapi masih sangat relevan dan secara luas sudah banyak diterapkan dalam upaya menemukan masalah yang dihadapi dilapangan, termasuk untuk memperkirakan besarnya resiko. Kegiatan inspeksi merupakan salah satu  upaya yang bersifat “proactive” bertujuan untuk

Rabu, 25 Februari 2015

TEGURAN = CAMBUKAN ATAU MOTIVASI? BEGINI CARANYA...


Sebagai professional /ahli dalam bidang safety/K3, pasti kita pernah melihat perilaku tidak aman dari rekan/kontraktor di tempat kita bekerja. Jika melihat hal tersebut, kita pasti akan menegur orang itu demi keselamatan dia. Namun, apabila kita salah dalam menegurnya bisa jadi orang itu malah marah kepada kita, merasa dirinya direndahkan, tidak peduli apa yang kita sampaikan,atau bahkan orang itu berhenti dari pekerjaan karena segan dengan kita. Padahal tujuan kita baik yaitu agar mereka selamat dan sampai ke rumahnya dalam keadaan selamat tanpa adanya kecelakaan di tempat kerja
Menegur adalah elemen penting dalam

Sabtu, 30 Agustus 2014

APAKAH MUNGKIN KECELAKAAN DAPAT DICEGAH?



KECELAKAAN

Kecelakaan menurut M. Sulaksmono (1997) adalah sutau kejadian tak terduga dan dikehendaki yang mengacaukan proses suatu aktivitas yang telah teratur. Kecelakaan terjadi tanpa disangka-sangka dalam sekejap mata, dan setiap kejadian menurut bannett NBS (1995) terdapat 4 faktor bergerak dalam satu kesatuan berantai, yakni; lingkungan, bahaya, peralatan dan manusia.

Kecelakaan kerja pada perinsipnya dapat dicegah dan pencegahan kecelakaan ini menurut bannett NBS (1995) merupakan tanggung jawab para manajer ini, penyeila, mandor kepala dan juga kepala urusan tetapi menurut M. Sulaksmono dan yang tersirat dalam UU No. 1 tahun 1970 pasal 10,bahwa tanggung jawab pencegahan kecelakaan selain pihak perusahaan juga karyawan dan pemerintahan.


PENCEGAHAN KECELAKAAN

Menurut BannettNBS (1995) bahwa teknik pencegahan kecelakaan harus

SEJARAH PEMIKIRAN TENTANG SEBAB KECELAKAAN KERJA


1. SEBELUM ADANYA TEORI HEINRICH

Menurut Dan Petersen (1971) bahwa sebelum tahun 1991 tentang keselamatan kerja dalam industri hampir tidak diperhatikan.

Pekerja tidak dilindungi dengan hukum. Tidak ada santunan kecelakaan bagi pekerja. Bila terjadi kecelakaan, perusahaan menganggap bahwa kecelakaan itu:

disebabkan oleh kesalahan tenaga kerja itu sendiri.

Disebabkan teman sekerja sehingga ia (pekerja) mengalami kecelakaan.

Tanggungan pekerja, karena mengapa di perusahaan merasa sudah membayar maka resiko kecelakaan menjadi tanggungan pekerja.

karena pekerja mengalami kelalaian, sehingga terjadi kecelakaan.


Baru pada tahun 1908 di New York,

VIDEO Cara Menggunakan APAR

Berikut bagaimana cara yang benar menggunakan APAR, jangan sampai karena ketidaktahuan kita justru dapat mecelakakan diri sendirik dan orang lain.....
 

Senin, 21 April 2014

Fuels and Chemicals - Autoignition Temperatures

The ignition point for some common fuels and chemicals butane, coke, hydrogen, petroleum and more

burning flames
The Autoignition Temperature - or the minimum temperature required to ignite a gas or vapor in air without a spark or flame being present - are indicated for some common fuels below:

Hazard Vs Flash Point

The flash point indicates how easy a chemical may ignite and burn

The flash point of a chemical is the lowest temperature where it will evaporate enough fluid to form a combustible concentration of gas. The flash point is an indication of how easy a chemical may burn.
Materials with higher flash points are less flammable or hazardous than chemicals with lower flash points.

Chemicals and Hazard Rating Systems

The National Fire Protection Association (NFPA) hazard system for chemical materials

The National Fire Protection Association (NFPA) has developed a system for indicating the health, flammability, reactivity and special hazards for many common chemicals through use of the NFPA 704 Diamond.

Safety Signals - recommended Colors

American National Standards Institutes schedule of safety colors marking physical hazards

This chart shows recommended use of colors with additional information about piping, ductwork, etc.